MIKRO 1 : PERAN PASAR BEBAS DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG.
Dalam teori permintaan dan penawaran dan dalam analisis mengenai kelakuan konsumen telah diterangkan interaksi di antara penjual dan pembeli didalam menentukan jenis barang dan jumlah barang yang perlu diproduksikan. Dalam analisis strukur pasar diterangkan pula mengenai kelakuan produsen-produsen menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungannya. Manakala dalam teori distribusi, atau teori mengenai penentuan harga faktor-faktor produksi, diterangkan mengenai interaksi di antara perusahaan-perusahaan dan pemilik faktor produksi dalam menentukan ganjaran yang diberikan kepada brbagai faktor produksi.
Ditinjau secara keseluruhan teori-teori tersebut yang membentuk teori mikro ekonomi, dapat dipandang sebagai teori yang menggambarkan bagaimana suatu sistem pasar bebas beroperasi. Maka, untuk melengkapi analisis tersebut, perlulah dibuat penilaian tentang efisiensi tentang pasar bebas. Untuk tujuan tersebut bab ini akan membahas tiga aspek berikut: (i) gambaran umum mengenai pola kegiatan suatu perekonomian pasar bebas, (ii) kebaikan dan kelemahan sistem pasar bebas dan (iii) bentuk-bentuk campur tangan pemerintah.

B.   RUMUSAN MASALAH.
1.    Apa pengertian pasar  bebas dan unsur atau komponen pasar ?
2.    Bagaimana syarat-syarat pasar dan unsur-unsur pasar ?
3.    Bagaimana Pola kegiatan ekonomi dalam sistem pasar bebas?
4.    Apa Pengertian keseimbangan sebagian dan keseimbangan umum?
5.    Bagaimana Kebaikan dan Kegagalan Ekonomi Pasar Bebas ?
6.    Bagaimana Kebijakan Pemerintah ?
7.    Bagaimana Peran dan Fungsi Pemerintah Dalam Perekonomian ?
8.    Mengapa Pemerintah ikut campur dalam Perekonomian ?

C.  TUJUAN MAKALAH.
1.    Mengetahui pengertian pasar dan unsur atau komponen pasar.
2.    Mengetahui syarat-syarat pasar dan unsur-unsur pasar.
3.    Mengetahui pola kegiatan ekonomi dalam sistem pasar bebas.
4.    Mengetahui pengertian keseimbangan sebagian dan keseimbangan umum.
5.    Mengetahui kebaikan dan kegagalan ekonomi pasar bebas.
6.    Mengetahui kebijakan pemerintah.
7.    Mengetahui peran dan fungsi pemerintah dalam perekonomian.
8.    Mengetahui alasan pemerintah ikut campur dalam perekonomian.
BAB II
PEMBAHASAN

1.    PENGERTIAN PASAR BEBAS.
Pasar  adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.
Pasar bebas adalah sebuah bentuk pasar persaingan sempurna dimana  penjual dan pembeli berjumlah banyak dan keduanya mengetahui informasi dengan baik, free exit dan free entry. Pada pasar sempurna, akan didapatkan harga pasar atau market price secara alami, sebagaimana yang disebut oleh Adam Smith sebagai invisible hand. Adam Smith berpendapat bahwa sistem pasar bebas adalah sistem ekonomi yang mewujudkan kegiatan ekonomi yang paling efisien dan kemakmuran masyarakat yang paling optimum. Pandangannya ini termaktub dalam bukunya “ An iquiry into the Nature and Causes of Wealth Nations tahun 1776 ( Sadono,1996)”.
Pasar bebas memberikan ruang kepada setiap individu untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti yang mereka inginkan dan dengan sendirinya akan mewujudkan efisiensi yang tinggi dalam kegiatan ekonomi Negara dan dalam jangka panjang akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tangguh. Pada pasar bebas, tidak diperlukan terlalu dalam campur tangan pemerintah. Bagi Adam Smith pemerintah diakui mempunyai peran penting dalam perekonomian Negara sebatas pada menyediakan dan mengembangkan infrastruktur dan menjalankan pemerintahan. Dengan tidak aktifnya pemerintah dalam perekonomian maka dengan sendirinya pasar akan menyesuaikan dan mencapai tingkat ekuilibrium.
Pasar bebas terdiri dari beberapa operasi yaitu penawaran dan  permintaan, perilaku konsumen, perilaku produsen, teori distribusi, teori penentuan harga, faktor-faktor produksi dan lain-lain, masing-masing akan mencapai titik keseimbangan yang dinamakan keseimbangan sebagian atau keseimbangan parsial. Apabila seluruh faktor analisis diatas dirangkum dan terjadi interaksi dalam kegiatan ekonomi maka akan dicapai general ekuilibrium analisys. Analisa ini akan menerangkan bagaimana perubahan dalam suatu pasar barang akan mewujudkan perubahan dipasar faktor atau perubahan pasar barang ke pasar lainnya.

2.    SYARAT-SYARAT DAN  UNSUR PASAR
a.    Syarat-syarat pasar adalah sebagai berikut :
1.    Terdapat barang dan jasa yang akan diperjualbelikan.
2.    Ada calon penjual dan calon pembeli yang saling berinteraksi untuk melakukan jual beli.
3.    Terjadinya kesepakatan harga atas barang yang diperjualbelikan (antara penjual dan pembeli).
b.    Unsur-unsur pasar antara lain :
1.    Penjual : orang yang menjual (barang dagangan yang berkali-kali dijual).
2.    Pembeli : memperoleh sesuatu dengan menukarnya dengan uang (membayar).
3.    Barang dan jasa yang diperjual belikan : barang yang diperdagangkan, untuk kemudian ditukar dengan uang.
4.    Alat pembayaran : alat yang digunakan oleh penjual maupun pembeli dalam pasar yang telah disepakati oleh keduanya, biasanya berupa uang, obligasi, saham, cek, dll.
5.    Tempat : ruang (bidang, rumah, dsb) yang dipakai untuk melakukan sesuatu.
6.    Sistem : sekolompok item atau bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
7.    Perantara (agen) : pedagang yang membeli atau mendapatkan barang dagangannya dari distributor atau agen tunggal yang biasanya akan diberi daerah kekuasaan penjualan / perdagangan tertentu yang lebih kecil dari daerah kekuasaan distributor. Contoh, pedagang grosir beras di pasar induk kramat jati.
8.    Distributor : pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung. Pedagang besar biasanya diberikan hak wewenang wilayah / daerah tertentu dari produsen. Contoh, dari agen tunggal adalah seperti ATPM atau singkatan dari Agen Tunggal Pemegang Merek untuk produk mobil.



3.    POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN PASAR BEBAS
Sebagai permulaan dari usaha membuat penilaian terhadap efisiensi sistem pasar bebas perlulah diperhatikan tiga hal berikut: (i) ciri-ciri sistem pasar bebas, (ii) kritik-kritik terhadap sistem pasar bebas, dan (iii) pendekatan teori dalam menerangkan pola kegiatan dalam suatu perekonomian pasar bebas.
Lebih dua abad yang lalu Adam Smith telah menerangkan tentang keajaiban invisible hand atau tangan gaib dan mengatur kegiatan sesuatu perekonomian. Adam Smith  megemukakan suatu pandangan yang pada hakekatnya menyatakan bahwa kegiatan dalam prekonomian tidak perlu di atur oleh pemerintah. Menurut Adam smith apa bila setiap individu dalam masyarakat diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang di ingin mereka maka kebebasan untuk mewujudkan efesiensi yang tinggi dalam kegiatan ekonomi Negara dan dalam jangka panjang kebebasan tersebut akan mewujudkan pertumbuhan akan ekonomi yang teguh. Dengan perkatan lain, Menurut Adam Smith apa bila pemerintah tidak secara aktif terlibat dalam mempengaruhi kigiatan ekonomi, maka perekonomian tersebut tersendirinya mengatur dan membuat penyesuaian didalam berbagai aspek kegiatan ekonomi. Dalam analisis ekonomi yang dapat pada masa ini, sistem ekonomi seperti yang diterangkan oleh Adam Smith di atas dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pasar Bebas. Dalam sistem ekonomi ini kegiatan-kegiatan dalam perekonomian sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar atau invisible hand. Interaksi diantara penjual dan pembeli di pasar (pasar barang dan pasar faktor produksi) akan menentukan corak produksi nasional yang akan diwujudkan dan caranya produksi nasional tersebut akan dihasilkan.
Dalam prakteknya tidak satu negara pun yang kegiatan-kegiatan ekonominya sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar. Apabila diperhatikan corak pengaturan kegiatan ekonomi yang dijalankan di berbagai negara, satu kesimpulan yang dapat dibuat dari pengamatan itu adalah bahwa sebagian besar negara di dunia ini mempraktekan sistem ekonomi campuran. Ini berarti dikebanyakan negara kegiatan ekonomi sebagainnya diatur dan ditentukan eleh sistem pasar, akan tetapi disamping itu secara langsung dan secara tidak langsung pemerintah ikut campur di dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Berdasarkan kepada sistem ekonomi yang pernah digunakan di berbagai negara, sistem ekonomi di golongkan dalam 3 bentuk:
Ciriciri utama Perekonomain Pasar Bebas :
1.     Kegiatan ekonomi ditentukan oleh keinginan pasar. Pengusaha dapat merencanakan tentang kegiatan ekonomi yang ingin dilakukankannya. Akan tetapi pada akhirnya pasarlah yang menetukan kelangsungan kegiatan setiap usaha.
2.    Kebebasan dalam memiliki harta. Implikasi dari kebebasan untuk menjalankan usaha, setiap individu bebas untuk mengumpulkan harta yang diperoleh dari bekerja dan menjalankan usaha.
3.      Menggalakkan perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Dalam usaha mereka untuk mendapatkan keuntunganberbagai perusahan harus berusaha untuk menciptakan barang baru, mengurangi biaya produksi dan memperluas pasar.
4.      Fluktuasi kegiatan ekonomi semakin besar. Dalam sistem perekonomian pasar bebas kegiatan ekonomi cendrung mengalami naik turun yang semakin besar, yaitu tingkat ketisakstabilannya semakin tinggi.
Pemikiran Komunisme telah menimbulkan Revolusi di Rusia tahun 1917 dan pemerintah yang dipimpin oleh Raja di ganti oleh Sistem Komunisme di mana Partai Komunis mengendalikan kehidupan politik dan ekonomi. Kemerdekaan dan kebebasan berpolitik dibatasi dan perusahaanperusahaan diambil alih oleh pemerintah. Pemilikan perusahaan oleh pihak swasta dihapuskan, dan semenjak itu semua perusahaan dimiliki oleh pemerintah. Selanjutnya kegiatan perusahaan perusahaan tersebut tidak ditentukan oleh kehendak pasar, tetapi di atur oleh pemerintah dengan mendirikan suatu badan yang dinamakan Badan Perencanaan Pusat. Dari ciriciri utama sistem perencanaan pusat ini dapat disimpulkan bahwa keinginan masyarakat bukan lagi merupakan penentu penting dari segi kegiatan usaha setiap unit produksi. Badan Perencanaan Pusat lah yang menentukan jenis produksi yang harus mereka ciptakan dan jumlah produksi yang mereka lakukan.

Perekonomian Campuran adalah sistem ekonomi di mana secara bersama badan usah swasta dan badan usaha milik pemerintah melakukan kegiatan menghasilkan barang dan jasa.
Sehingga ke permulaan abad ke 20 kebanyakan ahli-ahli ekonomi berkeyakinana bahwa system pasar bebas merupakan system ekonomi yang mewujudkan kegiatan ekonomi yang paling efisien dan kemakmuran masyarakat yang paling optimum. Pandangan ini di pelopori oleh Adam Smith yang di kemukakan dalam buku “(An Inguary Into The Natur end of thewealth of Nation)” yang terbitkan pada tahun 1776. Menurut pandangan pengaturan kegiatan sesuatu perekonomian yang tidak perlu dijalankan oleh pemerintah, karena ”Insible Hand” yaitu mekanisme pasar, dapat terwujudnya kegiatan–kegiatan ekonomi yang efisien dan kemakmuran masyarakat yang optimum. Kritik dan kesaran tentang kelemahan-kelemahan sisten pasar bebas telah mendorong perintah untuk telah melakukan lebih banyak campuran tangan dalam kegiatan. Kritik yang paling ekstrim, terdapat sistem pasar bebas telah mewujudkan system ekonomi perencanaan pusat. Dalam sistem perencanaan pusat cocok kegiatan dan jenis barang yang akan diproduksikan sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah di atur perencanaan pusat.
Pandangan pengkritikan–pengkritikan lain efisien pasaran bebas tidaklah seekstrim seperti golongan yang menyokong penghapusan sistem pasaran bebas dan mengantikannya dengan system perencanaan pusat. Sistem Pasar Bebas mempunyai beberapa kelemahan yang menimbulkan akibat buruk keatas efisiensi kegiatan ekonomi dan kesejahtraan dan khalayak ramai. Sistem ekonomi dimana pada umumnya sistem pasaran bebas tetap diberi kesempatan untuk berfungsi tetapi dibanding–banding tertentu pemerintah secara aktif mengatur atau menjalankan kegiatan ekonomi dinamakan “Sistem Ekonomi Campuran”.

4.    PENGERTIAN KESEIMBANGAN SEBAGIAN DAN KESEIMBANGAN UMUM
Dalam teori Permintaan dan Penawaran dan dalam analisis kelakuan konsumen telah diterangkan interaksi diantara penjual dan pembali dalam menentukan jenis barang dan jumlah barang yang diperlukan diproduksikan. Analisis yang dinyatakan diatas dinamakan analisis keseimbangan sebagiaan atau partial eqilibrium analisis, yaitu analisis kegiatan ekonomi dibuat secara bersaingan tampa memperhatikan hubungan kait-mengait berbagai kegiatan aspek kegiatan tersebut. Analisis yang merangkumi interaksi berbagai kegiatan dalam ekonomi dinamakan analisis keseimbangan umum atau general equilibrium analisis. Berdasarkan sirkulasi aliran pendapatan, Interaksi diantara sektor Perusahaan dan Rumah Tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang utama yaitu interaksi dipasaran barang dan interaksi dipasaran faktor.
Dalam uraian tersebut telah diterangkan bahwa suatu perekonomian boleh dibedakan menjadi dua sektor, yaitu: sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Sektor perusahaan, yang meliputi perusahaan dalam berbagai kegiatan ekonomi, akan menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan sektor rumah tangga. Maka sektor rumah tangga akan memperoleh ganjaran/pendapatan dari menyediakan faktor-faktor produksi tersebut. Pendapatan tersebut akan digunakan oleh rumah tangga untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa.
Berdasarkan kepada sirkulasi aliran pendapatan tersebut, interaksi diantara sektor perusahaan dan rumah tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang utama, yaitu interaksi di pasar barang dan interaksi di pasar faktor. Analisis keseimbangan umum akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang corak interaksi di antara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Dengan menggunakan analisis tersebut dapatlah diterangkan bagaimana suatu perekonomian menyelesaikan tiga masalah ekonomi pokok, yaitu:
  Apakah jenis-jenis barang yang perlu diproduksikan dan berapakah banyaknya?
  Bagaimanakah berbagai jenis barang tersebut diproduksikan?
  Untuk siapakah barang-barang tersebut diproduksikan?

Dalam suatu perekonomian pasar keinginan konsumen penting peranannya dalam menentukan corak kegiatan ekonomi. Keinginan konsumen akan memberikan petunjuk kepada firma–firma dalam menentukan jenis barang dan jasa-jasa yang perlu diproduksikan dipasar. Corak kegiatan ekonomi yang akan wujud dalam suatu perekonomian pasar bebas terutama ditentukan oleh interaksi diantara sector perusahaan dan sector rumah tangga dipasar barang keseimbangan yang dicapai dalam pasar barang tersebut akan menentukan corak permintaan keatas factor–faktor produksi dalam analisis ini misalkan hanya satu factor produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja.

5.    KEBAIKAN DAN KEGAGALAN EKONOMI PASAR BEBAS
a.    Kebaikan Ekonomi Pasar Bebas.
Para ahli ekonomi konvensional mempercayai bahwa pasar bebas memiliki kebaikan-kebaikan antara lain :
1.    Faktor produksi akan digunakan secara efisien.
Efisiensi faktor produksi terdiri dari efisiensi alokatif dan produktif.
-       Efisiensi alokatif mencapai efisien bila tingkat   harga = ongkos marginal.
-       Efisiensi produktif akan dicapai bila ongkos produksi sebuah barang suatu perusahaan mencapai ongkos produksi minimum atau titik paling rendah dari AC. Ongkos paling minimum ini akan dihasilkan bila pasar dalam keadaan sempurna.
2.    Kegiatan –kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien. Dengan berbagai barang yang ada dipasar dan berbagai pasar, maka perubahan yang terjadi akan mendorong kegiatan-kegiatan ekonomi menjadi efisien. Banyak ahli yakin bahwa pasar bebas akan membuat penyesuaian dengan sendirinya tanpa pengaturan darimanapun.
3.    Pertumbuhan ekonomi yang mapan akan dapat diwujudkan. Dengan kebebasan individu menjalankan kegiatan ekonominya, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih efisien. Hal ini terdorong oleh semakin giatnya individu dalam melakukan produktifitanya, melakukan inovasi, dan langkah-langkah untuk memenangkan persaingan.
4.    Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
b.    Kegagalan Ekonomi Pasar Bebas
Pasar bebas disamping memiliki kebaikan namun disisi lain terdapat kegagalan yang bersumber dari beberapa faktor :
1.    Faktor eksternal yang merugikan. Faktor eksternaliti yang merugikan adalah bilamana ongkos sosial lebih tinggi daripada ongkos pribadi (ongkos yang dibelanjakan produsen atau faktor-faktor produksi guna menghasilkan barang). Sisitem Pasar Bebas tidak dapat mencegah timbulnya ongkos sosial seperti pencemaran, polusi dan lain-lain.
2.    Kekurangan barang Publik dan Barang merit. Yang dimaksud dengan barang publik adalah barang yang penggunaannnya secara bersama-sama seperti pembangunan jalan, televisi dan lain-lain. Sedangkan barang merit adalah barang yang sangat diperlukan oleh masyarakat dan sangat penting bagi kemakmuran masyarakat. Contoh pendidikan.
3.    Adanya kegiatan monopoli dalam pasar.
4.    Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien.
5.    Distribusi pendapatan yang tidak merata. Salah satu kelemahan dalam sistim pasar bebas adalah kecenderungan menciptakan distribusi pendapatan yang tidak merata apabila perekonomian semakin berkembang. Perekonomian pasar cenderung memberikan return lebih besar kepada pihak-pihak yang bekerja lebih efisien, giat, pandai, memiliki ketrampilan,dan pemikiran yang kreatif.

6.    KEBIJAKAN PEMERINTAH.
Beberapa kegagalan mekanisme pasar diatas menyebakan perlunya campur tangan pemerintah dalam memperbaiki pengaturan kegiatan ekonomi. Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan dalam tiga bentuk :
a.    Membuat dan melaksanakan peraturan atau undang-undang.
b.    Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).
c.    Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang dalam perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah didalam memungut pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai kegiatan-kegiatannya. Di dalam perekonomian kedua kebijakan ini digunakan oleh pemerintah untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu :
·         Untuk mengatasi masalah-masalah pokok makro ekonomi yang timbul, yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan harga-harga dan masalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
·         Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekonomi secara efisien.
·         Untuk memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas.

7.    PERAN DAN FUNGSI PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN.
Dalam upaya peningkatan kehidupan ekonomi, individu, dan anggota masyarakat tidak hanya tergantung pada peranan pasar melalui sektor swasta. Peran pemerintah dan mekanisme pasar (interaksi permintaan dan penawaran pasar) merupakan hal yang bersifat komplementer (bukan substitusi) dengan pelaku ekonomi lainnya. Pemerintah sebagai salah satu pelaku ekonomi (rumah tangga pemerintah), memiliki fungsi penting dalam perekonomian yaitu, berfungsi sebagai stabilisasi, alokasi, dan distribusi.
·         Fungsi Stabilisasi, yakni fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hukum, pertahanan, dan keamanan.
·         Fungsi Alokasi, yakni fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa publik seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon.
·         Fungsi Distribusi, yakni fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.

a.    Peran dan fungsi pemerintah dalam perekonomian
Peran dan fungsi pemerintah dalam perekonomian, yaitu sebagai berikut :
1.    Pembangunan ekonomi dibanyak negara umumnya terjadi akibat intervensi pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung. Intervensi pemerintah diperlukan dalam perekonomian untuk mengurangi dari kegagalan pasar (market failure) seperti kekakuan harga monopoli dan dampak negatif kegiatan usaha swasta. Contohnya pencemaran lingkungan.
2.    Mekanisme pasar tidak dapat berfungsi tanpa keberadaan aturan yang dibuat pemerintah. Aturan ini memberikan landasan bagi penerapan aturan main, termasuk pemberian sanksi bagi pelaku ekonomi yang melanggarnya. Peranan pemerintah menjadi lebih penting karena mekanisme pasar saja tidak dapat menyelesaikan semua persoalan ekonomi. Untuk menjamin efisiensi, pemerataan dan stabilitas ekonomi, peran dan fungsi pemerintah mutlak diperlukan dalam perekonomian sebagai pengendali mekanisme pasar.

Kegagalan pasar (market failure) adalah suatu istilah untuk menyebut kegagalan pasar dalam mencapai alokasi atau pembagian sumber daya yang optimum. Hal ini khususnya dapat terjadi jika pasar didominasi oleh para pemasok monopoli produksi atau konsumsi dan sebuah produk mengakibatkan dampak sampingan (eksternalitas), seperti rusaknya ekosistem lingkungan.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, negara atau pemerintah memiliki fungsi yang penting dalam kehidupan ekonomi, terutama yang berkaitan dengan penyediaan barang dan jasa. Barang dan jasa tersebut sangat diperlukan masyarakat dan disebut sebagai kebutuhan publik. Kebutuhan publik meliputi dua macam barang, yaitu barang dan jasa publik dan barang dan jasa privat. Adapun penjelasannya, sebagai berikut :
·         Barang dan jasa publik adalah barang dan jasa yang pemanfaatannya dapat dinikmati bersama. Contoh : barang dan jasa publik yaitu jalan raya, fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, air minum, dan penerangan. Dengan pertimbangan skala usaha dan efisiensi, negara melakukan kegiatan ekonomi secara langsung sehingga masyarakat dapat lebih cepat dan lebih murah dalam memanfaatkan barang dan jasa tersebut.
·         Barang dan jasa privat adalah barang dan jasa yang diproduksi dan penggunaannya dapat dipisahkan dari penggunaan oleh orang lain. Contoh : pembelian pakaian akan menyebabkan hak kepemilikan dan penggunaan barang berpindah kepada orang yang membelinya. Barang ini umumnya diupayakan sendiri oleh masing-masing orang.
Selain itu, peran penting pemerintah baik secara langsung dan tidak langsung didalam di dalam kehidupan ekonomi adalah untuk menghindari timbulnya eksternalitas, khususnya dampak sampingan bagi lingkungan alam dan sosial. Pada umumnya sektor pasar (sektor swasta) tidak mampu mengatasi dampak eksternalitas yang merugikan seperti pencemaran lingkungan yang timbul karena persaingan antar lembaga ekonomi. Misalnya, sebuah pabrik tekstil yang berada dalam pasar persaingan sempurna.
Menurut standar industri yang sehat, pabrik tersebut seharusnya membangun fasilitas pembuangan limbah. Akan tetapi, mereka membuangnya kesungai. Jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas, dengan memaksa pabrik tersebut membangun fasilitas pembuangan limbah pabrik akan semakin banyak penduduk yang merasa dirugikan atas limbah atau polusi yang diakibatkan adanya kegiatan dalam pabrik tersebut. Selain memberi peringatan kepada tersebut, pemerintah juga mengenakan pajak polusi untuk mendanai kerugian-kerugian yang lain.
Pada intinya, pemerintah ikut serta dalam kegiatan perekonomian supaya menanggulangi kegagalan pasar sehingga tidak adanya eksternalitas yang merugikan banyak pihak. Adapun bentuk dari peran pemerintah yakni dengan melakukan intervensi baik secara langsung maupun tidak langsung.

8.    ALASAN PEMERINTAH IKUT CAMPUR DALAM PEREKONOMIAN.
Memang menurut Adam Smith, pasar adalah tempat mengorganisir perekonomian yang paling baik, sehingga campur tangan pemerintah tidak diperlukan. Namun dalam kenyataannya, ada yang namanya kegagalan pasar dimana pasar tidak lagi berfungsi karena gagal dalam mendistribusikan barang dan jasa. Contoh sekarang, harga cabe mahal karena pasar gagal mendistribusikan cabe diwilayah lokal sehingga menyebabkan kelangkaan atau suatu wilayah harus mencari cabe di wilayah lain yang mengakibatkan harga cabe naik..
Jika ingat tentang hukum permintaan, ketika permintaan tinggi namun barang yang ditawarkan sedikit, maka otomatis harga naik maka dari itu, solusi dari pemerintah adalah dengan pemberdayaan petani cabe lokal, mempermudah distribusinya atau kebijakan impor agar kelangkaan dapat ditanggulangi dan pasar kembali ke titik keseimbanganya
Campur tangan pemerintah lainya adalah dalam mengatasi adanya monopoli dan hak kuasa atas sumber daya penting. Contoh sekarang adalah PLN adalah milik pemerintah, namun di luar negeri listrik dikuasai swasta (sebagian) sehingga swasta berhak memainkan harga dan jasa ini masuk dalam pasar, Namun jika dikuasai pemerintah, biaya dapat ditekan sehingga masyarakat tidak perlu membayar mahal.
Sebenarnya campur tangan pemerintah sangat banyak dalam perekonomian, Misal dalam pajak (pendapatan, bea, penjualan), pembatasan pasar uang dan modal, perlindungan produsen dan lain-lain.

BAB III
PENUTUP

I.      KESIMPULAN.
Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.
Pasar bebas adalah sebuah bentuk pasar persaingan sempurna dimana  penjual dan pembeli berjumlah banyak dan keduanya mengetahui informasi dengan baik, free exit dan free entry.
Sebagai permulaan dari usaha membuat penilaian terhadap efisiensi sistem pasar bebas perlulah diperhatikan tiga hal berikut: (i) ciri-ciri sistem pasar bebas, (ii) kritik-kritik terhadap sistem pasar bebas, dan (iii) pendekatan teori dalam menerangkan pola kegiatan dalam suatu perekonomian pasar bebas.
Analisis keseimbangan sebagiaan atau partial eqilibrium analisis, yaitu analisis kegiatan ekonomi dibuat secara bersaingan tanpa memperhatikan hubungan kait-mengait berbagai kegiatan aspek kegiatan. Analisis yang merangkumi interaksi berbagai kegiatan dalam ekonomi dinamakan analisis keseimbangan umum atau general equilibrium analisis. Berdasarkan sirkulasi aliran pendapatan, Interaksi diantara sektor Perusahaan dan Rumah Tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang utama yaitu interaksi dipasaran barang dan interaksi dipasaran faktor.
Adapun kebaikan dan kegagalan ekonomi pasar bebas. Kebaikan ekonomi pasar bebas adalah faktor produksi akan digunakan secara efisien. Efisiensi faktor produksi terdiri dari efisiensi alokatif dan produktif. Kegiatan-kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien, pertumbuhan ekonomi yang mapan akan dapat diwujudkan, pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya. Kegagalan ekonomi pasar bebas, yaitu : Faktor eksternal yang merugikan. Faktor eksternaliti yang merugikan adalah bilamana ongkos social lebih tinggi daripada ongkos, kekurangan barang Publik dan Barang merit., adanya kegiatan monopoli dalam pasar, kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien, dan Distribusi pendapatan yang tidak merata.
Karena adanya kegagalan ekonomi pasar bebas deperlukan campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi yaitu ada tiga bentuk: Membuat dan melaksanakan peraturan atau undang-undang, secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan), dan melakukan kebijakan fiskal dan moneter.













DAFTAR PUSTAKA




-       Sumber    :            http://rindaasytuti.wordpress.com/. (10 Juni 2015)


-       Sumber :  http://pasardankebijakanpemerintah.blogspot.com. (10 Juni 2015)

MAKRO : PERMINTAAN AGREGAT DAN PENAWARAN AGREGAT

BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
Penawaran agregat (aggregat suply) dan permintaan agregat (aggregat demand) sebagai model analisis dalam teori makro ekonomi, terutama dalam kaitannya dengan bagaimana tingkat harga ditentukan. Selain itu, juga akan dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi dan menentukan permintaan agregat (AD) dan penawaran agregat (AS).
Dalam analisis AD-AS istilah penawaran agregat mempunyai pengertian yang sedikit berbeda. Pertama, dalam analisis AD-AS penawaran agregat diartikan sebagai penawaran barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam suatu Negara. Berarti penawaran agregat sama dengan barang dan jasa yang ditawarkan (diproduksikan) perusahaan-perusahaan dalam perekonomian. Perbedaan lainnya, yang merupakan perbedaan yang lebih penting, bersumber dari ciri pokok konsep tersebut. Dalam analisis AD-AS cirri penawaran agregat dikaitkan dengan tingkat harga.

B.   RUMUSAN MASALAH
B.1  Apa pengertian  permintaan agregat?
B.2  Apa pengertian penawaran agregat?
B.3  Bagaimana permintaan dan penawaran agregat dalam pandangan Klasik?
B.4   Bagaimana permintaan dan penawaran agregat dalam pandangan Keynes?
B.5  Bagaimana pergeseran kurva permintaan dan penawaran agregat?
B.6  Penawaran agregat dalam sejumlah pertanyaan?

C.   TUJUAN PENULISAN
C.1  Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang permintaan agregat dan penawaran agregat.
C.2  Untuk mengetahui bagaimana dalam pandangan Klasik dan Keynes mengenai permintaan agregat dan penawaran agregat.
C.3  Untuk mengetahui bagaimana kurva permintaan agregat dan kurva penawaran agregat.

BAB II
PEMBAHASAN

B.1  PERMINTAAN AGREGAT

Permintaan agregat adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa yang terjadi dalam suatu perekonomian, baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri.
Banyak faktor yang mempengaruhi besarnya permintaan agregat, diantaranya tingkat harga secara umum, jumlah uang yang beredar nominal, jumlah obligasi pemerintah, defisit tertimbang dan pemanfataan tenaga kerja secara penuh dan lain-lain.
Dalam pembahasan ini, akan menganalisis pengaruh perubahan harga secara umum terhadap permintaan agregat disini di tunjukkan oleh besarnya pendapatan nasional (Y).
Dengan demikian kurva permintaan agregatif dapat digunakan untuk melihat hubungan antara tingkat harga dengan besarnya pendapatan nasional.
Perubahan tingkat harga akan mempengaruhi keseimbangan melalui pengaruhnya terhadap penawaran uang riil. Jumlah penawaran uang riil adalah sebagai berikut :
M’s = Ms
P
Disini Ms adalah penawaran uang nominal dan P adalah tingkat harga. Jelas bahwa kenaikan tingkat harga akan menurunkan penawaran uang riil dan penurunan tingkat harga umum akan meningkatkan penawaran uang yang sesungguhnya. Pada ekonomi islam, peningkatan penawaran uang riil karena penurunan tingka harga akan berakibat meningkatnya jumlah uang tunai yang di pegang oleh perorangan maupun perusahaan. Oleh karena itu mereka berkepentingan untuk mengurangi jumlah uang tunai agar zakat dan biaya lainya yang di kenakan atas penarikan modalnya dapat di bayar dari keuntungan, bukan dari modal itu sendiri, maka mereka akan mencairkan tabunganya.
Dengan begitu investasi berhubungan dengan tingkat keuntungan yang di harapkan, dan melalui proses penggandaan akan meningkatkan pendapatan nasional. Sebagian dari uang yang diiaktifkan itu mungkin diarahkan kepada peningkatan konsumsi dan ini juga akan menaikkan pendapatan nasional.
 










                                                           
                     Gambar 1. Kurva Penawaran dan Permintaan Agregat

B.2  PENAWARAN AGREGAT

Penawaran agregat adalah (aggregate supply,AS) adalah jumlah seluruh barang akhir dan jasa-jasa di dalam perekonomian yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan (firms) dengan berbagai tingkat harga. Dengan kata lain, bahwa penawaran agregat itu pada dasarnya merupakan nilai total dari seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan di dalam perekonomian.
Penawaran agregat didalam suatu perekonomian di pengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
·            Besarnya angkatan kerja (size of the labor force).
·            Besarnya stok kapital (size of capital stock).
·            Keadaan atau tingkat teknologi (state of technology).
·            Tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).
·            Harga faktor-faktor produksi.

Berkaitan dengan penawaran agregat ini dibedakan antara penawaran agregat jangka pendek (short-run aggregate supply,SRAS) dan penawaran agregat jangka panjang (long-run aggregate supplay,LRAS). Pengertian yang telah dijelaskan di atas adalah dalam artian penawaran agregat jangka pendek (short-run aggregate supply). Sedangkan penawaran agregat jangka panjang( lomg run aggregate supply ) lebih menonjol kepada jumlah output riil yang ditawarkan ketika upah dan harga-harga telah disesuaikan sedemikian rupa sehingga masing-masing perusahaan memproduksi output yang memaksimumkan keuntungannya dan perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh (full employment level).
 










        Gambar 2. Kurva Penawaran Agregat Jangka Pendek dan Jangka Panjang

B.3  PERMINTAAN-PENAWARAN AGREGAT DALAM PANDANGAN KEYNES

Di dalam model makro ekonomi Keynes, faktor paling penting yang menentukan tingkat permintaan agregat (AD) adalah kebijakan fiskal (fiscal policy). Sedangkan kebijakan moneter atau perubahan dalam jumlah uang beredar (money supply) menurut Keynes pengaruhnya terhadap permintaan agregat adalah lemah dan bahkan dapat dikatakan tidak ada. Malam model Keynes, perubahan dalam jumlah uang beredar mempengaruhi permintaan agregat melalui efeknya atas investasi. Pengaruh uang beredar terhadap investasi bersifat tidak langsung (indirect), yaitu melalui tingkat bunga. Menurut Keynes, suatu kenaikan di dalam jumlah uang beredar tidak mepunyai pengaruh yang berarti terhadap penurunan dalam tingkat bunga, dan tingkat bunga itu sendiri menurut Keynes pengaruhnya terhadap investasi adalah lemah.
Sedangkan berkaitan dengan penawaran agregat, Keynes dan pengikut-pengikutnya (Keynesian) mengatakan bahwa kurva penawaran agregat jangka pendek (SRAS) adalah horizontal (perfectly elastic), yang berarti bahwa suatu jumlah output riil akan ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Dengan perkataan lain, perusahaan akan menawarkan berapapun jumlah barang yang diminta pada tingkat harga yang berlaku. Pemikiran yang melandasi kurva penawaran agregat Keynes dan pengikutnya (Keynesian) disebabkan oleh terdapatnya pengangguran, perusahaan dapat memperoleh sebanyak mungkin tenaga kerja tingkat upah yang berlaku. Biaya produksi rata-rata mereka karenanya diasumsikan tidak berubah walau terjaddi perubahan dalam tingkat outputnya.
Mereka menawarkan berapapun yang diminta pada tingkat harga yang berlaku. Kurva penawaran agregat jangka pendek (short-run aggregate supply curve,SRAS) menurut Keynes hanya akan bergeser secara perlahan apabila suatu perekonomian berada di luar tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). Pergeseran yang lamban dari kurva penawaran agregat jangka pendek menurut Keynes terjadi sebagai akibat dari adanya perubahan upah dan harga yang lamban (ingat asumsi ‘sticky prices and wages’). Menurut model Keynes, kalau jumlah pengangguran besar (berada di atas natural rate), akan menyebabkan atau mendorong penyesuaian yang sangat lambat di dalam upah relative terhadap harga-harga. Hal yang sama terjadi apabila jumlah pengangguran berada dibawah tingkat alamiah dimana tekanan bagi upah untuk meningkatkan lebih cepat kecil sekali.
Secara grafik, pandangan kaum klasik dan Keynes tentang penawaran agregat dan permintaan agregat, dapat digambarkan sebagai berikut.
Dari gambar A ditunjukkan bahwa permintaan agregat klasik merupakan fungsi dari jumlah uang beredar (Ms). Dengan perkataan lain, perubahan permintaan agregat (AD) hanya terjadi perubahan di dalam peubah jumlah uang beredar (money supply). Only monetary factors shift tha classical agregat demand cruve. sedangkan gambar yang B ditunjukkan bahwa permintaan agregat (AD) tidak hanya dipengaruhi oleh peubah jumlah uang yang beredar (Ms), tetapi juga dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah (G0), investasi otonom (I0) dan pajak (T0). Perbedaan factor penentu permintaan agregat di dalam model Klasik dan Keynes menghasilkan perbedaan penting di dalam penjelasan mereka menyangkut sumber-sumber instabilitas di dalam perekonomian dan jenis kebijakan stabilitas yang harus di ambil untuk mengatasi instabilitas tersebut.




 












      Gambar 3. Kurva Permintaan dan Penawaran Agregat menurut pandangan Keynes dan pandangan Klasik


Keynes percaya bahwa instabilitas di dalam permintaaan investasi merupakan penyebab utama dari fluktuasi siklis di dalam tingkat pendapatan. Perubahan otonom didalam permintaan investasi yang di sebabkan oleh perubahan di dalam ekspektasi menyebabkan pergeseran di dalam fungsi permintaan agregat, yang pada giliranya juga mempengaruhi instabilitas di dalam tingkat harga dan output. Oleh karena itu, kebijakan fiskal menurut Keynes harus digunakan untuk menciptakan stabilitas dalam permintaan agregat, meskipun permintaan investasi tidak stabil.

B.3a  PERGESERAN KURVA PERMINTAAN AGREGAT

Efek dari pergeseran ke luar (outward shift) di dalam kurva AD yang disebabkan antara lain oleh kenaikan didalam jumlah uang beredar (Ms), kenaikan di dalam pengeluaran pemerintah (G), kenaikan di dalam ekspor netto (Xn), penurunan di dalam pajak (T), atau kenaikan di dalam kemauan dari konsumen dan dunia bisnis untuk membelanjakan karena mereka menjadi lebih optimistic (C,I). di tunjukkan oleh gambar



 










                       Gambar 4. Kurva Efek Perubahan Permintaan Agregat

B.3b  PERGESERAN KURVA PENAWARAN AGREGAT
Tidak hanya pergeseran di dalam kurva AD yang dapat menjadi sumber fluktuasi di dalam output agregat (siklus bisnis), tetapi juga bisa terjadi karena pergeseran di dalam kurva penawaran agregat. Kurva penawaran agregat dapat bergeser karena faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pruduksi, sebagai berikut :
B.3b.1 Kekuatan Pasar Tenaga Kerja
Ketika output agregat berada di atas tingkat output natural rate (Y > Yn), maka kurva penawaran agregat (SRAS) akan bergeser ke dalam atau ke kiri ; ketika output agregat berada di bawah tingkat output alamiah (Y<Yn), maka kurva SRAS akan bergeser ke luar atau ke kanan.
 









                                                Gambar 5. Kurva Pasar Tenaga Kerja


B.3b.1 Tingkat Harga yang Diharapkan
Perubahan di dalam tingkat harga yang di harapkan (expected price level) akan menyebabkan kurva SRAS bergeser ke kanan atau ke kiri ; semakin besar kenaikan yang diharapkan di dalam tingkat harga (yaitu semakin tinggi tingkat harga yang di harapkan), maka semakin besar pergeseran ke dalam dari kurva SRAS tersebut.
B.3b.3 Dorongan upah
Keberhasilan para pekerja untuk mendorong upah (wages push) naik juga akan menyebabkan kurva SRAS bergeser ke dalam (inward shift) atau ke kiri.
 








                        Gambar 6.  Pergesaran Kurva AS

B.3b.4 Perubahan dalam biaya produksi yang tidak terkait dengan upah
Suatu guncangan penawaran yang negatif (negative supply shock) yang menaikkan biaya produksi akan mendorong kurva SRAS bergeser ke dalam atau ke kiri, sementara suatu guncangan penawaran yang positif (positive supply shock) yang menurunkan biaya produksi akan menggeser kurva SRAS ke luar.
Dapat di tunjukkan bagaimana respons output agregat dan tingkat harga apabila terjadi pergeseran kurva SRAS, Misalakan perekonomian mula-mula berada pada tingkat output natural rate yaitu dititik A. ketika kurva penawaran agregat (SRAS) mebgalami pergeseran dari SRAS0 ke SRAS1 yang disebababkan oleh adanya guncangan penawaran yang negatif (negative supply shock), maka perekonomian akan bergerak dari titik A ke titik B , dimana tingkat harga naik tetapi output agregat turun. Situasi dimana harga naik tetapi output Negara turun, disebut dengan istilah stagflasi (stagflasion) yaitu kombinasi antara stagnasi (pengangguran) dan inflasi yang tinggi.

B.4   PERMINTAAN AGREGAT DAN PENAWARAN AGREGAT DALAM PANDANGAN KLASIK

Model klasik didasarkan pada asumsi bahwa perekonomian beroperasi diibaratkan sebuah mekanisme yang dapat melakukan pengaturan, penyesuaian, atau koreksi secara otomatis (self-regulating,self –adjusting, atau self- correcting), cenderung bergerak menuju kepada keseimbangan pada tingkat kesempatan kerja penuh (full employment level). Mengenai factor yang mempengaruhi permintaan agregat (AD) menurut pandangan kaum Klasik secara aktual hanyalah faktor jumlah uang beredar (money supply) perubahan di dalam permintaan agregat.
Kebijakan fiskal (perubahan di dalam pengeluaran pemerintah dan atau pajak) menurut kaum Klasik tidak mempunyai pengaruh terhadap permintaan agregat dan output. Hal tersebut disebabkan karena adanya crowding-outeffect dari ekspansi fiskal terhadap investasi swasta. Kenaikan di dalam pengeluaran pemerintah (G) atau penurunan di dalam pajak (T) menurut kaum Klasik akan menyebabkan tingkat bunga naik, yang pada gilirannya menurunkan investasi swasta (I), dan bahkan juga pengeluaran konsumsi (C).
Sedangkan menyangkut penawaran agregat (AS), kaum Klasik tidak membuat perbedaan antara kurva penawaran agregat jangka pendek (SRAS) dan kurva penawaran jangka panjang (LRAS). Bagi kaum Klasik hanya ada satu kurva penawaran agregat yaitu kurva peenawaran agregat yang tegak lurus atau vertical, yang menunjukkan bahwa jumlah output barang atau jasa yang sama akan ditawarkan berapapun harganya. Dengan perkataan lain, jumlah output barang atau jasa yang ditawarkan itu tidak bergantung pada tingkat harga. Kurva penawaran agregat kaum Klasik didasarkan pada asumsi bahwa pasar tenaga kerja berada pada keseimbangan dengan kesempatan kerja (employment) berada dalam kondisi full employment. Dalam pandangan Klasik, kurva SRAS selaulu bergerak ka arah tingkat output full employment untuk berpotongan antara kurva LRAS. Dengan perkataan lain, keseimbangan di tentukan oleh perpotongan antara kurva AD dan kurva LRAS.


 










                  Gambar 7. Kurva AS menurut Pandangan Keynes

Dengan perkataan lain, keseimbangan ditentukan oleh perpotonngan antara kurva permintaan agregat (AD) dengan kurva penawaran agregat jangka panjang (LRAS). Di dalam model Makro Ekonomi Klasik, keseimbangan terjadi dimana kekuatan permintaan agregat (AD) dan penawaran agregat (AS) adalah seimbang. Permintaan agregat menurut kaum Klasik hanya bergantung pada tingkat teknologi dan sekaligus merupakan tingkat output atau GNP riil kesempatan kerja penuh (full employment level of real GNP).















BAB III
PENUTUP


D.   KESIMPULAN

Penawaran agregat adalah (aggregate supply,AS) adalah jumlah seluruh barang akhir dan jasa-jasa di dalam perekonomian yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan (firms) pada berbagai tingkat harga. Permintaan agregatif adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa yang terjadi dalam suatu perekonomian, baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri. Permintaan dan penawaran agregat dibedakan menjadi 2 yaitu jangka panjang dan jangka pendek.
Sedangkan menyangkut penawaran agregat (AS), kaum klasik tidak membuat perbedaan antara kurva penawaran agregat jangka pendek (SRAS) dan kurva penawaran jangka panjang (LRAS). Kurva penawaran agregat kaum klasik didasarkan pada asumsi bahwa pasar tenaga kerja berada pada keseimbangan dengan kesempatan kerja (employment) berada dalam kondisi full employment. Sedangkan kurva penawaran agregat jangka pendek (short-run aggregate supply curve,SRAS) menurut Keynes hanya akan bergeser secara perlahan apabila suatu perekonomian berada diluar tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).


DAFTAR PUSTAKA


Nanga, Muana. (2005). Ekonomi Makro : teori, masalah, dan kebijakan. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta

Suprayitno, Eko. (2005). Ekonomi Islam : Graha Ilmu. Yogyakarta
Dornbusch, Rudiger. (1997). Ekonomi Makro : PT RINEKA CIPTA, Jakarata